Permasalahan Infrastruktur Perkotaan
Permasalahan Infrastruktur Perkotaan
(Buku Pengantar Manajemen Infrastruktur, Robert J. Kodatie, Ph.D)
A. Kelangkaan Alokasi Sumber daya Air
a) Untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan
kepadatan penduduk tinggi air permukaan dan air tanah telah mencapai titik kritis
maksimum. Hal ini tampak jelas terjadi di kota-kota besar, seperti misalnya
Jakarta, Semarang, dan Surabaya;
b) Kurangnya distribusi air bersih oleh PDAM dari
kebutuhan air bersih penduduk;
c) Tingkat kebocoran pada jaringan pipa cukup
tinggi, karena pipa yang dipakai sudah tua;
d) Banyaknya sambungan ilegal yang dilakukan
penduduk;
e) Di daerah dimana PDAM tidak bisa memenuhi
kebutuhan air bersih, pemompaan air tanah dilakukan secara besar-besaran baik
oleh masyarakat maupun industri;
f) Degradasi kualitas air tanah terjadi, di
samping karena limbah/ polusi tanah
Solusi Permasalahan Kebutuhan Air:
1) Pemetaan kondisi infrastruktur air bersih,
antara lain : pemetaan distribusi pelayanan kebutuhan air kepada warga
masyarakat, pemetaan kondisi infrastruktur pipa air bersih (kondisi baik dan
tidak baik), pemetaan sambungan ilegal air bersih.
Sehingga perlu pula upaya : peningkatan SDM pengelola, dan peningkatan
kualitas SDM untuk mengelola dan mengawasi;
2) Pembangunan infrastruktur baru untuk
memperbaiki danatau menambah infrastruktur yang sudah ada, dengan menggunakan
teknologi yang tepat guna.
Diperlukan upaya : Manajemen pengelola yang mantap dan berjiwa
entrepreneur, dan dibantu dengan pendanaan yang memadai dari pemerintah;
3) Gerakan nasional hemat energi, dan hemat air
bersih.
Diperlukan upaya : pembinaan disiplin nasional sebagai bagian dari character
building bangsa Indonesia. Gerakan moral ini dapat terlaksana pada
masyarakat yang berperadaban.
4) Penggalian ilmu pengetahuan dan teknologi
untuk menghasilkan produk infrastruktur yang efektif dan efisien, serta untuk
mereduksi masalah degradasi lingkungan/ air tanah.
Diperlukan upaya : Membentuk dan mengembangkan lembaga penelitian milik
pemerintah ataupun milik swasta, serta meningkatkan kerjasama dengan perguruan
tinggi;
5) Aturan/ regulasi yang tepat mengenai
pengelolaan air bersih bagi kebutuhan masyarakat;
6) Mengusahakan daerah tangkapan air, seperti
waduk dan taman kota;
7) Pemetaan geologis untuk mengetahui area-area
tangkapan air alternatif;
8) Program konservasi pada lahan-lahan kritis/
mendesak karena dikhawatirkan banjir atau bencana lainnya.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang
Sumberdaya Air menjelaskan konsep pengelolaan air yang pada prinsipnya
menyangkut empat (4) aspek, yaitu : (1) konservasi air, (2) pendayagunaan SDA,
(3) pengendalian daya rusak air, dan (4) sistem informasi SDA.
Urgensi sistem informasi daerah :
a) Berguna bagi aplikasi konsep good
governance dimana salah satu pointnya adalah transparansi;
b) Dengan demikian masyarakat bisa memantau dan
memperoleh informasi kegiatan birokrasi di daerah. Masyarakat bisa turut serta
membantu memberikan ide dan peran serta lainnya bagi kemajuan daerah.
B.
Pengelolaan Sampah (limbah padat) dan kebersihan lingkungan
a) Keterbatasan sarana dan prasarana pengumpulan
kontainer;
b) Keterbatasan pengangkutan (arm roll truck);
c) Keterbatasan sarana dan prasarana pengolahan
di tempat pembuangan akhir (buldozer, track dozer);
d) Keterbatasan teknologi dalam pengolahan sampah
menjadi barang siap pakai.
Solusi Permasalahan pengelolaan sampah
1)
Perlu ada perbaikan sistem :
a. Adanya badan kebersihan yang langsung
menangani/ mengelola sampah;
b. Adanya tempat pembuangan akhir yang dilengkapi
sarana pengolahan sampah : pemisahan antara yang dapat dimanfaatkan dan yang
tidak dapat dimanfaatkan kembali;
c. Perlu rekrutmen kerja bagi pengolah sampah
ini, dan bisa diambil dari para pemulung sampah;
2)
Perlu penambahan alokasi anggaran bagi lingkungan hidup dalam hal ini
kebersihan lingkungan untuk pengadaan sarana prasarana dan upah bagi SDM nya;
3)
Retribusi sampah tidak diperlukan/ tidak perlu dilakukan lagi bila anggaran
telah cukup;
4)
Setelah sistemnya diperbaiki, maka langkah terakhir adalah pemberlakuan
aturan yang tegas guna terciptanya kebersihan lingkungan;
5)
Perlu digalakkan gerakan moral kebersihan lingkungan, pemberian award,
dan adanya pembimbingan kepada masyarakat untuk mengelola sampah secara
mandiri.
Secara umum, akar permasalahan infrastruktur antara lain
:
a)
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi;
b)
Laju pertumbuhan infrastruktur yang rendah;
c)
Terjadinya pemborosan pemakaian sumberdaya;
d)
Belum adanya teknologi yang tepat guna.
Solusi :
1)
Menaikkan pertumbuhan infrastruktur dengan pendanaan yang memadai
(menaikkan porsi anggaran);
2)
Menurunkan pertumbuhan penduduk dengan program KB dan penyuluhan;
3)
Menggalakkan gerakan moral disiplin nasional;
4)
Menggali penemuan-penemuan teknologi tepat guna : perhatian padamasalah
riset atau pengembangan Iptek.
Manajemen Prasarana dan Sarana Umum (Manajemen Kota dan
Wilayah Ir. Mulyono Sadyohutomo, MRCP)
Prasarana dan sarana umum berperan sebagai fasilitas yang
dibutuhkan masyarakat luas yang penyediaannya dilakukan secara serentak atau
massal (tidak secara per individu). Tingkat pemenuhan kebutuhan fasilitas
tersebut menjadi ukuran tingkat kesejahterakan masyarakat. Penyediaan prasarana
dan sarana umum merupakan tanggung jawab pemerintah karena menyangkut hajat
hidup orang banyak, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari maupun
kebutuhan sekunder.
sangat menginspirasi
BalasHapus